KONSEP TEMATIK BUILDING OF SERAWAI PADA REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PASAR BAWAH DI BENGKULU SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.32315/JDLBI.v3i1.700Keywords:
TPI Pasar Bawah, Redesain, Building of SerawaiAbstract
Kawasan Pasar Bawah memiliki sumber daya hasil laut yang menjadi pokok mata pencarian dan komoditas ekonomi rakyat. TPI Pasar Bawah di Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami kerusakan yang berat sehingga perlu redesain, baik kawasan maupun bangunannya. Tujuannya agar dapat mengoptimalkan aktivitas dan hasil dari TPI tersebut. Bentuk dari redesain kawasan TPI mengambil tema yang berhubungan dengan adat dan kebudayaan masyarakat setempat sebagai kearifan lokal. TPI bertema Building of Serawai memiliki bentuk bangunan tradisional masyarakat setempat. Tema berkesan selayaknya suku Serawai yang memperhatikan alam lingkungan. Hasil dari redesain berbentuk satu bangunan utama pelelangan ikan yang memiliki daya tampung lebih luas. Kesan tampak bangunannya lebih menonjolkan bentuk bangunan adat serawai, memiliki ruang parkir yang dapat dipergunakan lebih efisien serta penambahan ruangan pertemuan yang dapat dipakai saat adanya rapat atau musyawarah antar nelayan dengan pengelola.
References
[1] Triatmodjo B. 2010, Perencanaan Pelabuhan. Edisi Pertama, Yogyakarta: Beta Offset
[2] Akbardiansyah, A.M., Fuadi, A., Rahayu, S.I.R., Rahmawati, R., Maika, K.S., Peranan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis dalam Mempertahankan Mutu Ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Jurnal Perikanan Terpadu Vol.3, No.2, 2022, Universitas Teuku Umar, pp 12-16, DOI: 10.35308/JUPITER.V3I2.7029.
[3] Suryani, M, “Manajemen Kelembagaan Dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Dalam Perspektif Ekonomi Islam di Wilayah Pulau Baai, Kota Bengkulu” 2021, Tesis Magister. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
[4] Dinas Kelautan dan Perikanan, 2003, Profil Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan 2003, Dinas Kelautan dan Perikanan.
[5] Saputra, A., Djafar, S., 2018, Kemampuan Petugas Pengelola dalam Pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo. Jurnal Ilmiah Al-Buhuts, 14(2), 87-102.
[6] Pemerintah Kabupaten Natuna, 2020, Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan. Berita Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2020 Nomor 38.
[7] Asadpour, A., 2025, Defining the Concepts & Approaches in Vernacular Architecture Studies. Nature: National Academic Journal of Architecture, 7(2), 112-130. https://doi.org/10.24252/nature.v7i2a8
[8] Daus, 2017, Studi Pemanfaatan Fasilitas Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Kelurahan Pasar Bawah Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, Skripsi sarjana, Pekanbaru: Universitas Riau. https://digilib.unri.ac.id/index.php?p=show_detail&id=65862. Diakses 12 Januari 2026.
[9] MC Kabupaten Bengkulu Selatan, 2019, Lokasi Tambatan Perahu Nelayan Dipindahkan. InfoPublik, 13 Mei 2019. Tersedia di: https://infopublik.id/kategori/nusantara/348130/index.html. Diakses 12 Januari 2026.
[10] Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, 2016, RPJMD Perubahan Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2016-2021. (diakses 8 Agustus 2020)
[11] Suriastuti, M.Z., Wahyudi, D., Handoko, B. 2014, Kajian Penerapan Konsep Kearifan Lokal Pada Perancangan Arsitektur Balaikota Bandung”, Jurnal Itenas Rekarupa, Vol 2, No 2.
[12] Brunskill, R. W., 2000, Vernacular Architecture: An Illustrated Handbook. Edisi ke-4. London: Faber and Faber.
[13] Işıklar Bengi, S., 2025, Designing for experience: Exploring user-centered strategies in Selgascano‘s architecture. Journal of Design for Resilience in Architecture and Planning, 6(3), 510-525. https://doi.org/10.47818/DRArch.2025.v6i3180
[14] Norman, D.A., 1988. The Design of Everyday Things. New York: Doubleday.
[15] Asiyanto, 2008, Metode Konstruksi Bangunan Pelabuhan. Jakarta: UI-Press.
[16] Susanti.M., 2006, Studi Pengembangan Tempat Pelelangan Ikan di Kelurahan Pasar Bawah Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru. 50 hal (tidak diterbitkan).
[17] Menteri Kelautan dan Perikanan, 2000, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 165 Tahun 2000 tentang Pelabuhan Perikanan.
[18] Oliver, P,. 2006, Built to Meet Needs: Cultural Issues in Vernacular Architecture. Amsterdam: Elsevier/Architectural Press.
[19] Aswin, W.A., 2012, Pengembangan Pangkalan Ikan Soreang Pare-Pare. Skripsi Sarjana Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar.
[20] Faubiany, V., 2008, Kajian Sanitasi di Tempat Pendaratan ikan dan pelelangan ikan Muara Angke serta pengaruhnya terhadap kualitas ikan didaratkan. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/123456789/5399/4/C08vfa.pdf.
[21] Awaliyah, D. N., 2025, Cultural Identity, Social Dynamics, and Economic Adaptations: The Vernacular Architecture Of Kampung Inggris Pare in the Face Of Modernization. Built Environment Studies, 6(1). https://doi.org/10.22146/best.v6i1.19434
[22] Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2002, Pedoman Pengolahan Pelabuhan Perikanan. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan.
[23] Salura, P., Sugiharto, B., Lake, R. C., & Clarissa, S., 2026, Re-thinking methods in vernacular architecture studies: From universal form to contextual meaning. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 11(1). https://doi.org/10.30822/arteks.v11i1.4822
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andre Pranata, Yudi Nugraha Bahar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.











