DARI MAKING KE CREATING: METODE DESAIN PRAGMATIS SEBAGAI KERANGKA PEDAGOGIK STUDIO ARSITEKTUR

Authors

  • Susilo Kusdiwanggo Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.32315/JDLBI.v3i1.679

Keywords:

Adaptive Comparative Judgment (ACJ), evidence-led design judgment, metode desain pragmatis, pedagogi studio arsitektur, pemodelan iterative

Abstract

Pendidikan studio arsitektur kian dituntut akuntabel terhadap proses pembelajaran, namun masih sering bergantung pada seruan normatif “berpikirlah kreatif” yang tidak operasional dan sukar dievaluasi secara transparan. Artikel ini merupakan studi konseptual yang memformulasikan Metode Desain Pragmatis sebagai kerangka pedagogik untuk menelusuri transisi kompetensi dari making menuju creating melalui sintesis literatur dan pemodelan iteratif. Kerangka ini menyatukan pemodelan iteratif, pedagogi desain eksperimental, dan pragmatisme ke dalam siklus kerja frame–make–predict–compare–iterate agar keputusan desain ditautkan pada bukti, kriteria/tes, serta pembandingan alternatif. Tiga temuan utama diajukan: (1) study models berfungsi sebagai mesin belajar yang menghasilkan informasi, variasi, dan accidents yang kemudian disintesiskan menjadi konsep; (2) keputusan menjadi evidence-led design judgment ketika model diperlakukan sebagai hipotesis prediktif, diorkestrasi melalui dialog primary–secondary models dan translasi berulang antara representasi 2D dan 3D, serta ditambatkan pada relasi measurement–criteria–judgement; dan (3) generalisasi bersifat bersyarat karena efektivitas dimoderasi konteks sosial studio, karakter cohort, orkestrasi pengajar, serta ekologi medium/teknologi. Untuk menjawab pertanyaan “to what extent”, artikel mengusulkan asesmen berbasis bukti yang menggabungkan rubrik bukti proses dan Adaptive Comparative Judgment (ACJ), beserta aturan pelaporan parameter adaptasi agar klaim pedagogik dapat dibandingkan dan direplikasi lintas konteks

Author Biography

Susilo Kusdiwanggo, Universitas Brawijaya

 

 

Downloads

Published

2026-05-31